Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pakan Sudah Mahal Tapi Ayam Tetap Kurus? Waspada Jangan-Jangan Cacingan!

Sebagai peternak, salah satu hal yang paling bikin elus dada adalah melihat ayam di kandang penampilannya lesu dan badannya kurus, padahal porsi pakannya selalu kenyang. Nafsu makan ayam terlihat biasa saja, tapi kenapa bobotnya tidak kunjung naik-naik?

Saya sendiri pernah mengalami kejadian ini saat membesarkan ayam KUB hasil tetasan saya. Waktu itu saya sampai bingung, pakan sudah diracik bagus tapi ayam tetap tidak mau gemuk. Karena penasaran, akhirnya saya coba ganti total pakan mereka ke full pakan pabrikan yang harganya lumayan menguras kantong. Pikir saya, biar pertumbuhannya cepat melesat. Tapi apa yang terjadi? Tetap saja ayam-ayam KUB saya kurus kering!

Setelah saya cek lebih teliti, barulah ketahuan penyakitnya. Ternyata ayam-ayam saya terkena cacingan. Begitu saya kasih obat cacing, tidak butuh waktu lama ayam langsung sembuh dan bobotnya kembali naik dengan normal.

Penyakit ini memang tidak langsung bikin ayam mati bergelimpangan seperti wabah Tetelo atau Flu Burung. Tapi kalau dibiarkan, cacingan bakal merampok nutrisi pakan secara perlahan, bikin ayam jadi kuntet, dan ujung-ujungnya bikin kita merugi bandar karena dompet "bocor halus" beli pakan mahal tapi cuma jadi makanan cacing di dalam usus ayam.

Ciri Nyata Ayam Sedang Cacingan yang Harus Anda Tahu

Mendeteksi ayam cacingan sebenarnya tidak terlalu sulit kalau kita mau sedikit jeli memperhatikan fisik dan kotoran mereka setiap hari. Ini beberapa tanda yang paling sering kelihatan di lapangan:

Badan kurus dan tulang dada nyilet

Ini tanda yang paling jelas. Karena sari-sari makanan di usus dihisap oleh cacing, tubuh ayam tidak kebagian nutrisi untuk membentuk daging. Akibatnya, badan ayam jadi kurus kering. Kalau Anda raba bagian dadanya, tulang dadanya akan terasa menonjol tajam atau biasa kita sebut dengan istilah "nyilet", persis seperti yang terjadi pada ayam KUB saya dulu.

Bulu kusam, berdiri, dan sayap terkulai

Ayam yang sehat biasanya punya bulu yang klimis, mengkilap, dan rapi. Sebaliknya, ayam yang cacingan bulunya akan kelihatan kusam, kering, sering berdiri (meringkel), dan penampilannya lesu dengan sayap yang agak menggantung lemas.

Kotoran encer dan kadang ada cacingnya

Coba perhatikan lantai kandang. Ayam yang cacingan biasanya mengeluarkan kotoran yang encer berwarna cokelat agak berlendir. Kalau kondisinya sudah lumayan parah, kadang kita bisa melihat jelas ada cacing-cacing kecil yang ikut keluar bersama kotoran ayam tersebut.

Jengger dan pial kelihatan pucat

Cacing yang bersabar di dalam usus tidak cuma memakan sari makanan, tapi beberapa jenis cacing juga menghisap darah ayam. Efeknya, ayam akan mengalami kurang darah. Anda bisa melihat jengger, pial, dan kulit di sekitar muka ayam berubah warna jadi pucat, tidak merah segar seperti ayam sehat.

Trik Ampuh Mengobati dan Membasmi Cacing di Kandang Ayam

Kalau sudah positif ada gejala cacingan, Anda harus segera mengambil tindakan. Berdasarkan pengalaman saya dan rekan sesama peternak, ada dua cara ampuh yang bisa digunakan:

Jalur kimia dengan obat cacing pabrikan

Cara ini yang saya lakukan untuk menyembuhkan ayam KUB saya dulu. Anda bisa membeli obat cacing khusus unggas di toko pakan (poultry shop), biasanya yang mengandung bahan aktif Piperazine atau Levamisole. Obatnya bisa berbentuk tablet yang dicekokkan langsung atau bubuk yang dicampur ke air minum. Berikan sesuai dosis, dan ingat untuk mengulanginya kembali setelah 2 minggu demi membasmi telur-telur cacing yang baru menetas.

Jalur alami dengan buah pinang muda (jambe)

Nah, kalau cara tradisional ini dipakai oleh teman saya yang juga sesama peternak ayam kampung. Dia mengalami kasus yang persis sama dengan saya, lalu dia mencoba mengobatinya menggunakan buah pinang muda (jambe).

Caranya, ambil biji buah pinang muda, iris kecil-kecil seukuran biji jagung, lalu cekokkan langsung ke mulut ayam di pagi hari (usahakan posisi ayam sedang puasa belum makan). Hasilnya? Luar biasa ampuh, ayamnya langsung sembuh total dan cacingnya keluar semua. Ini bisa jadi alternatif murah meriah dan aman tanpa efek samping kimia.

Kesimpulan Akhir

Penyakit cacingan pada ayam adalah bentuk kerugian yang tidak terlihat. Kita merasa ayam baik-baik saja karena mereka tetap hidup, tapi sebenarnya kita sedang rugi bandar karena pakan habis dimakan cacing sedangkan bobot ayam tidak bertambah.

Sebagai langkah pencegahan, biasakan untuk memberikan obat cacing secara berkala setiap 2 atau 3 bulan sekali, baik menggunakan obat pabrikan maupun herbal seperti buah pinang muda. Dengan pencernaan yang bersih dari cacing, setiap gram pakan yang kita beli mahal-mahal akan berubah menjadi daging yang maksimal!

Posting Komentar untuk "Pakan Sudah Mahal Tapi Ayam Tetap Kurus? Waspada Jangan-Jangan Cacingan!"