Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Kesalahan Umum Pemula Saat Memulai Ternak Unggas di Rumah

Banyak pemula yang semangat memulai ternak unggas, tetapi justru mengalami kerugian di awal karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Saya sendiri pernah melewati fase itu mulai dari membeli bibit yang salah, kandang yang kurang tepat, sampai salah memilih pakan.

Pada artikel ini, saya ingin berbagi beberapa kesalahan yang paling sering terjadi berdasarkan pengalaman pribadi maupun yang saya lihat pada peternak lain. Harapannya, pembaca bisa belajar tanpa harus mengalami kerugian yang sama.

1. Membeli Bibit Karena Murah

Ini salah satu kesalahan paling umum. Banyak pemula tergiur harga murah, padahal kualitas bibit sangat menentukan hasil akhir. Bibit murah biasanya:

  • kurang aktif,
  • mudah sakit,
  • dan pertumbuhannya lambat.

Lebih baik membeli sedikit tapi sehat daripada banyak tapi kualitas rendah.

2. Kandang Tidak Sesuai Kebutuhan

Beberapa pemula membuat kandang seadanya tanpa memperhatikan:

  • sirkulasi udara,
  • kelembapan,
  • keamanan dari hujan dan angin.

Akibatnya unggas stres dan mudah terserang penyakit. Kandang sederhana tidak masalah, tapi fungsinya harus tetap benar.

3. Memberi Pakan Sembarangan

Ada pemula yang mencampur pakan tanpa perhitungan, atau sekadar mengikuti saran orang lain tanpa memahami kebutuhan nutrisi unggas. Padahal pakan harus disesuaikan dengan umur dan tujuan beternak.

Kesalahan di pakan membuat pertumbuhan tidak merata dan hasilnya tidak sesuai harapan.

4. Tidak Menjaga Kebersihan Kandang

Lahan sempit cenderung lebih lembap dan cepat kotor. Jika kandang jarang dibersihkan, penyakit mudah sekali menyebar. Air minum kotor, pakan berjamur, dan kotoran menumpuk adalah penyebab utama unggas sakit.

Kebersihan harian lebih murah daripada obat dan perawatan saat sudah ada penyakit.

5. Tidak Memperhatikan Tanda-Tanda Unggas Sakit

Pemula biasanya tidak tahu ciri unggas mulai sakit, misalnya:

  • terlihat lemas,
  • bulu kusam,
  • makan sedikit,
  • banyak diam di sudut.

Jika terlambat ditangani, penyakit bisa menyebar ke seluruh kandang.

6. Memulai dengan Jumlah Terlalu Banyak

Beberapa orang memulai dengan ratusan ekor karena tergiur hasil besar. Padahal, tanpa pengalaman yang cukup, risiko kerugiannya jauh lebih besar.

Lebih baik mulai dari jumlah kecil, belajar ritmenya, baru bertahap memperbesar skala.

7. Tidak Konsisten dalam Perawatan Harian

Ternak unggas membutuhkan rutinitas: memberi pakan, mengganti air, membersihkan kandang. Jika tidak konsisten, pertumbuhan menjadi tidak stabil. Konsistensi kecil setiap hari lebih penting daripada kerja besar sesekali.

Penutup

Kesalahan-kesalahan di atas sebenarnya sangat umum dan hampir semua pemula pernah mengalaminya, termasuk saya. Namun kabar baiknya, semua itu bisa dicegah dengan pengetahuan dasar dan kebiasaan yang baik sejak awal.

Semoga artikel ini bisa membantu pembaca agar lebih siap memulai usaha unggas di rumah tanpa mengulang kesalahan yang sama.

Posting Komentar untuk "7 Kesalahan Umum Pemula Saat Memulai Ternak Unggas di Rumah"